SMP Negeri 1 PadangBerita /
Penerapan Sekolah Lima Hari di SMP Negeri 1 Padang
Oleh admin Senin, 15 Januari 2018 14:25:20
Penerapan Sekolah Lima Hari di SMP Negeri 1 Padang

 

Sekolah Lima Hari mulai diterapkan di SMP Negeri 1 Padang pada Semester Genap Tahun pelajaran 2017/ 2018. Sekolah Lima Hari merupakan perpanjangan waktu belajar dengan lima hari sekolah dalam seminggu. Dimana pembelajaran dilaksanakan kurang lebih 8 jam dalam satu hari atau 40 jam selama 5 hari dalam 1 minggu (Senin-Jum’at). Namun, pada perpanjangan waktu ini peserta didik tidak hanya dihadapkan dengan pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan selain belajar mengajar adalah tahfidz, literasi dan ekstrakurikuler.

 

Hal yang melatarbelakangi penerapakan Sekolah Lima Hari di SMP Negeri 1 Padang adalah pembelajaran yang dilakukan pada hari Sabtu sering terganggu, karena adanya berbagai kegiatan-kegiatan. Seperti yang dituturkan oleh Bapak Edison, selaku wakil kurikulum “Hari Sabtu sering terpakai oleh kegiatan-kegiatan, akibatnya proses belajar mengajar tidak maksimal,” Beliau juga menambahkan, “Lagi pula, sebelum penerapan Sekolah Lima Hari banyak dari peserta didik yang masih disekolah pada saat jam pelajaran telah berakhir,”

 

Kegiatan di sekolah dimulai jam 06.40 WIB yang diawali dengan upacara bendera pada hari Senin, kegiatan tahfidz pada hari Selasa-Kamis, dan kultum pada hari Jum’at. Hari Senin yang sebelumnya terdiri atas 7 jam pelajaran menjadi 9 jam pelajaran, yaitu dari pukul 07.40-15.40 WIB. Pada hari Selasa sampai Kamis, yang sebelumnya 8 jam pelajaran menjadi 9 jam pelajaran, dari pukul 07.40-15.00 WIB. Ekstrakurikuler yang biasanya diadakan hari Sabtu, dipindahkan ke jam pelajaran ke 10 pada hari Selasa sampai Kamis.

 

Khusus pada hari Jum’at, kegiatan pembelajaran selesai pada pukul 11.20 WIB. Setelah shalat jum’at dilaksanakan, maka kegiatan di sekolah dilanjutkan dengan ekstrakurikuler wajib, yaitu pramuka. Kegiatan pramuka dilaksanakan pada pukul 13.30-14.50 WIB. Peserta didik diwajibkan membawa pakaian pramuka dari rumah, lalu diganti saat kegiatan pramuka akan dimulai. Setelah seluruh kegiatan ekstrakurikuler berakhir, semua peserta didik diwajibkan shalat ashar berjamaah disekolah. Pada pukul 16.00, siswa diperbolehkan pulang.

 

Setelah beberapa minggu, penerapan Sekolah Lima Hari memberikan banyak dampak positif, “Seiring dengan pembiasaan religius, shalat berjamaah lebih terkontrol. Karena peserta didik lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, ditambah lagi kegiatan ekstrakurikuler lebih jelas  tujuannya,” ujar Bapak Hakim, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Padang.

Dengan penerapan Sekolah Lima Hari, peserta didik SMP Negeri 1 Padang memiliki lebih banyak waktu belajar di sekolah. Lagi pula, pada hari Sabtu dan Minggu waktu peserta didik dengan keluarga lebih efisien. Ditambah lagi, peserta didik tidak lagi terbebani dengan yang namanya pekerjaan rumah. Seperti yang dirasakan oleh salah satu peserta didik SMP Negeri 1 Padang, “dengan Sekolah Lima Hari ini, durasi belajar jadi lebih lama sehingga memaksimalkan potensi. Kebersamaan dengan teman lebih terasa, karena lebih banyak berkumpul di sekolah,” Kegiatan ekstrakurikuler juga bisa dimaksimalkan dengan penerapan Sekolah Lima Hari. Peserta didik dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya dengan waktu yang lebih banyak.

 

SMP Negeri 1 Padang : http://smp1-padang.sch.id
Online version: http://smp1-padang.sch.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=227